Social Media Filter Bubble - Asdita Prasetya

Social Media Filter Bubble

Social media filter bubble

Diera yang serba modern seperti saat ini alur informasi bergulir dengan cepat, semua orang bisa dengan mudah menerima dan menyebarkan informasi kepada jejaring mereka, untuk dapat membendung alur informasi yang tidak terkendali, kemampuan untuk memilah mana informasi yang benar dan tidak benar adalah kemampuan wajib dimiliki oleh semua orang ketika berselancar di dunia maya.



Tapi itu tidak saja cukup, kemampuan untuk melihat suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang juga penting, dengan itu seorang akan bersikap lebih bijak dalam menyikapi suatu permasahalan.

Dari hari kehari kita semakin disulitkan untuk memilah mana informasi yang valid dan mana informasi yang dibuat - buat, banyak yang mempengaruhi hal ini. Media sosial adalah salah satu faktor utama

Hal ini terjadi karena hampir semua social media yang kita gunakan menerapkan suatu algoritma yang menampilkan informasi sesuai jejak digital pengguna mereka, informasi yang muncul di timeline bukan lagi berdasarkan alur waktu yang menampilkan semua hal, namun kini yang muncul adalah semua kiriman hasil penyaringan berdasarkan tautan apa yang sering kita bagikan, halaman yang kita sukai, informasi apa yang sering kita cari, dengan siapa kita berinteraksi dan masih banyak lagi.

facebook
Facebook sebagai social media

Di Facebook kabar berita yang berkeliaran di beranda pengguna adalah hasil dari Algoritma Facebook yang menyaring berdasarkan jejak digital seorang, Facebook hanya menampilkan kiriman dari orang – orang yang punya kesamaan dengan penggunanya, disaat yang sama dia menghilangkan orang yang tidak memiliki kesamaan.

Bukan hanya itu, Google juga menerapkan algoritma penyaringan untuk menampilkan hasil pencarian, jika ada dua orang yang mencari suatu hal yang sama dengan kata kunci sama, dan di waktu yang sama akan sangat memungkinkan hasil yang tampil di layar kedua orang tadi sangatlah berbeda.

Ada sekitar 57 kriteria yang Google gunakan untuk menampilkan hasil dari kata yang kita gunakan misalnya seperti komputer apa yang kalian gunakan, dimana lokasi kita sekarang, browser apa yang kita  gunakan dan masih banyak lagi, semua kalkulasi tadi akan menampilkan hasil pencarian yang bersifat personal, yang beda dengan pengguna lainnya.

Eli Pariser
Eli Pariser

Eli Pariser
berpendapat dengan diterapkan Algoritma penyaringan, maka akan menyebabkan efek samping yang sebut sebagai social media filter bubble, dimana seorang akan terjebak dalam balon imajinasi yang berisi informasi unik sesuai dengan apa yang ingin dia tau, dia tidak akan menerima informasi yang tidak sesuai dengan dirinya. Parahnya pengguna tidak menyadari jika dia sedang berada dalam filter bubble.

Bahaya Social media filter bubble

Seorang akan ter-isolasi secara intelektual, maksudnya adalah ketika seorang tidak pernah melihat dunia dengan berbagai sudut padang maka kemungkinan ia mendefinisikan dunia hanya dari satu sudut padang, sehingga dapat mempengaruhi kepribadian dan menjadikan seorang yang anti kritik.

False-consensus effect, akibat dari informasi yang diperoleh sesuai dengan minatnya seorang akan cenderung mengklaim orang lain sepaham dengan dirinya dan menyimpulkan bahwa pendapatnya adalah kesimpulan mayoritas. Padahal, ditempat lain bisa saja terjadi hal yang berbeda.

Dampak buruk Social media filter bubble semakin menjadi-jadi karena kebiasaan buruk pengguna media sosial dan  media-nya sendiri, media yang menjual judul-judul bombastis. Sehingga muncul kebiasaan hanya membaca judul tanpa mengklik konten. Data menyebut, 59 persen link berita yang dibagikan di media sosial tidak benar-benar diklik sama sekali.

Lalu menurut kalian bagaimana cara untuk menanggulangi efek dari sosial media fillter bubble apa yang harus kita lakukan sebagai pengguna ?
logoblog
Asdita Prasetya
Asdita Prasetya Updated at: 2/15/2018

2 komentar

  1. Waduh ini pertama kali gue baca post yang tulisannya seinformatif ini sumpah :)) Banyak banget istilah yang baru gue kenal. Membaca judul tanpa melihat konten hmm.. Relatable banget sih, apalagi bapak-bapak di grup WA yang suka asal share bikin ribut :)) Solusinya sebenernya ngejauhin semua orang dari sosmed, tapi kan gak mungkin. Jadi sampai saat ini solusinya cuma pengertian diri sendiri aja sih menurut gue..

    -jevonlevin.com

    BalasHapus
  2. Zaman sekarang memang lebih canggih ya.. lebih mudah mendapatkan informasi melalui dunia maya, namun kita harus lebih hati2 untuk menyerap informasi, harus diteliti terlebih dahulu pasti ada aja yang menyebarkan hoax ya gk min .. :D

    BalasHapus