Cinta Rupiah, Cinta Indonesia - Asdita Prasetya

Cinta Rupiah, Cinta Indonesia



Siapa yang tidak cinta uang ? jika ditanya seperti itu semua orang sudah pasti menjawab dengan jawaban yang sama “ IYA “, mengutip dari Wikipedia uang merupakan alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang maupun jasa, kita semua tahu Rupiah merupakan satu – satunya mata uang yang sah di negara Indonesia, Rupiah yang kita gunakan setiap harinya ternyata bukan hanya sebagai alat tukar menukar, ada banyak sisi lain dari uang yang tidak semua orang tahu.

Rupiah sebagai identitas nasional, yang dimaksud identitas nasional merupakan identitas yang melekat pada negara yang membedakan negara dengan yang lainnya, dengan identitas nasional ini setiap negara memiliki keunikan tersendiri, Rupiah adalah mata uang yang dimilik oleh bangsa Indonesia dan tidak ada bangsa lain yang memiliki mata uang sama seperti rupiah, rupiah menjadi identitas mata uang dari dulu dan masih sampai tulisan ini diterbitkan.

Indonesia merdeka
Wih semangat banget ya

Rupiah juga merupakan simbol kedaulatan negara Indonesia, penghormatan terhadap simbol kedaulatan negara dapat mempertebal rasa nasionalisme dan patriotisme, sebagai generasi muda dari bangsa Indonesia sehingga dapat menjamin tetap tegaknya kedaulatan negara dan keutuhan NKRI. 

Untuk menjadi uang Rupiah yang sekarang ini, Rupiah telah mengalami perjalanan yang cukup panjang, dari pertama kali diresmikan sebagai mata uang yang digunakan di Indonesia pada 30 Oktober 1946 peresmian ini sebagai bentuk kemerdekaan Indonesia dari segi keuangan dan mata uang, dikenalkan dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI) pada awal peresmian, sebelumnya rakyat Indonesia menggunakan uang keluaran Jepang dan uang Javasche Bank. 

Sejarah Uang Rupiah

Tahun 1945 - 1948, pecahan Oeang Republik Indonesia  ( ORI ) pertama kali beredar mulai dari satu sen, lima sen, sampai 100 rupiah, ketika pertamakali dikeluarkan uang ORI masih dicetak dan didesain sederhana dengan pengamanan serat halus yang dicetak terbatas di Yogyakarta dan nilainya pun masih lebih rendah dibanding uang yang dikeluarkan oleh De Javasce Bank. 

Tahun 1949 – 1968, uang kertas pertama dimunculkan seiring nasionalisasi De Javasce Bank menjadi Bank Indonesia ( BI ) pada 1951, uang kertas yang pertama dirilis adalah nominal 1 Rupiah dan 2,5 rupiah, uang ini masih belum dicetak sendiri oleh BI namun dicetak di Amerika Serikat. 

uang satu rupiah
satu rupiah

uang lima rupiah
lima rupiah

Tahun 1968 – 1999, pada 1968 BI diberi hak tunggal oleh pemerintah untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang kertas maupun uang logam, dengan demikian ORI sudah tidak diterbitkan lagi, baru pada 1971 rupiah di cetak di Indonesia, percetakan uang dipegang oleh Perum Percetakan Uang Negara Republik Indonesia ( Peruri ), uang pada keluaran ini juga sudah menggunakan pengamanan lebih modern untuk menghindari pemalsuan dengan menggunakan benang pengaman

Tahun 1999 – sekarang, krisis moneter membangkrutkan perekonomian Indonesia, inflasi melonjak, kemiskinan, nilai rupiah yang semakin anjlok, namun pada 1999 Indonesia Indonesia mencoba bangkit lagi dengan mengeluarkan uang rupiah baru dalam wujud pecahan kertas dengan nominal Rp 100.000 yang menjadi nominal paling besar sampai saat ini, setalah itu rupiah tidak mengalami banyak perubahan. 

Uang baru keluaran BI
Uang baru yang sudah beredar
Mengetahui sejarah mata uang yang sering kita gunakan  merupakan hal penting, aku selalu ingat kata Ir. Soekarno yang merupakan founding father Indonesia “ Jasmerah, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah “. dengan mengetahui sejarah kita akan semakin cinta dengan rupiah, karena perjuangan rupiah bisa sampai pada saat ini dan bisa digunakan seluruh rakyat Indonesia bukanlah hal yang mudah.

Jangan sekali kali meningalkan sejarah
Jangan sekali - kali meningalkan sejarah
Mencintai rupiah merupakan hal yang wajib hukumnya bagi seluruh warga negara Indonesia, bukan dalam arti materialistis tapi lebih pada cara kita sebagai warga negara memperlakukan rupiah sebagai salah satu simbol identitas negara.
logoblog
Asdita Prasetya
Asdita Prasetya Updated at: 11/17/2017

21 komentar

  1. Kalau menonton drakor, kayaknya Won mereka lebih besar nilai tukarnya daripada rupiah. Sedih juga karena meski kita cinta rupiah namun nilai tukarnya (kurs) lebih rendah daripada negara maju lainnya.
    Dan juga perlakuan bangsa kita pada rupiah belum sepenuhnya habis-habisan cinta karena saat ini rupiah belum disyaratkan sebagai nilai tukar utama jika melakukan perdagangan dengan negara lain. Kita harus mengalah pada mata uang negara besar.
    Salam kenal, ya. Saya juga anggota BE, tapi lama vakum karena masalah sinyal di rumah, jadi terpaksa wifian di kota kecamatan yang lumayan jauh dari kampung. Itu pun sesekali saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau masalah kurs kita harus berusaha bersama2 supaya kurs kita bisa naik, caranya ya cintai produk Indonesia

      Hapus
  2. gue baru tau, ternyata panjang juga ya cerita tentang mata uang negri kita ini, sampai ke bentuk uang kertas. tapi, kenapa kok bisa diganti gitu ya gambarnya. emang semua mata uang dunia, setiap beberapa tahun mengganti tampilan uangnya?
    dulu kan ada uang seratus ribu yang seolah ada plastik berwarna merahnya gitu kan ya?
    tapi gue baru kali ini sih liat uang satu rupiah. ternyata bentuknya seperti itu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan diganti, lebih tepatnya di desain ulang, biar kekinian gt, wkwkw.


      Selain itu didesain ulang juga sebagai salah satu upaya untuk mencegah pemalsuan uang

      Hapus
  3. transformasi uang-uang di indonesia warbiasyak.
    baru tau juga sih, sampai sebegitu nya..
    dan terus itu samai uang sen, ya ampun sekarang pasti udah langka dan jadi barang antik atau banyak jadi simpanannya kolektor uang lama karena saking berharganya.

    Oiya, goodluck ya.. semoga berhasil. kalau jadi, jangan lupa buat acara sykuran yak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe terimakasih yaa, doanya.

      Hapus
    2. eh udah kepilih untuk vote belum sik? *salahfokus ke lombanya :3

      Hapus
  4. Uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang, nggak ada yang gratis, kalopun ada yng gratis itu namanya bukan gratis, cuma barter aja, uangnya diganti ke benda atau jasa lain

    BalasHapus
  5. Baru belajar dikit soal ini itupun kmrn karena mau ikut tes wkw kalo ga mau tes gaakan baca2 beginian, berasa diingetin lagi hwhwehehe
    Kdg merasa hina juga gatau siapa nama tokoh yg ada di lembaran uang di dompet. Memang butuh banyak baca, sayangnya ga semua orang suka baca sejarah, terimakasih sudah membuatku membaca sejarah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minat baca Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara, kayaknya kita memang harus rajin membaca

      Hapus
  6. No Women No Cry, No Money Nodong!
    Paling semangat nih kalo ngomongin uang gini, sayang makin sering diomongin uang di dompet gak nambah-nambah, tetep harus kerja. Hahah.
    Kalo soal transformasi uang kita dari dulu sekarang emang drastis banget sih apalagi soal warna, kalo sekarang lebih banyak warna-warna terang gitu, kan bagus lihat uang mata kita juga ikutan terang. :3

    BalasHapus
  7. Wah ulasannya tentang rupiah lengkap yaa..., eh saya baru tahu nih kalau dulu ada uanh kertas senilai satu rupiah, hehe warbiyasa ya perkembangannya rupiah. Pokoke sebagai WNI i love RupiahπŸ˜πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. sederhana banget desin uang lama. jadi kangen masa masa itu. di saat semua makanan harganya murah. cuma 1 rupiah. dudududh. denger denger pemerintah mau mengubah aturan uang rupiah. 1000 jadi 1 rupiah. dan seterusnya. tp entah ini hoax atau bukan.

      yah, kita memang benar janga sampai melupakan sejarah.

      Hapus
  8. Dulu suka diceritain mamak, kalau jajan atau disuruh beli kecap di warung harga masih 1 digit gitu. Udah lama banget yak berarti..
    Cuman suka sedih, nilai mata uang kita termasuk rendah. Mulai belajar dari diri sendiri untuk selalu mencintai produk asli Indonesia, dan semoga seluruh rakyat begitu juga, sama-sama mendukung dan bergotong royong supaya rupiah yang kita cintai nggak merosot

    BalasHapus
  9. bentuk uang jaman sekarang kayak uang mainan yak? :'v saya baru tau tuh desain uang indonesia di jaman dulu, keren juga desainnya, pasti dijaman sekarang mahal banget tuh harganya, secara barang legend..

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Saya sangat mencintai rupiah, jadi sebisa mungkin saya ingin mengoleksi sebanyak-banyaknya hehehe
    Btw, dirumah aku ngoleksi rupiah yang receh Rp 1.000.an, siapa tahu bisa terkumpul banyak

    BalasHapus
  12. Setau gue, Rupiah bukankah ada hubungannya sama Rupe. Gue pernah baca buku gitu, tapi lupa-lupa ingat juga. CMIIW~

    Ngga hanya rupiah juga sih, cintai bangsa, suku, dll. Jadikan perbedaan kita menjadi keunikan yang bisa kita banggakan~

    BalasHapus
  13. Iya, Kata Rupiah diambil dari kata Rupe

    BalasHapus